Gita Savitri Devi Mukherji Pemikiran Kehidupan dan Warisan

Gita Savitri Devi Mukherji, yang juga dikenal sebagai Savitri Devi, adalah salah satu tokoh yang paling kontroversial dalam sejarah abad ke-20. Lahir pada 30 September 1905 di Lyon, Prancis, dengan nama asli Maximiani Portas, Savitri Devi telah menjadi sosok yang sangat kontroversial karena pandangannya yang ekstrem terhadap ekologi, agama, dan ideologi. Dalam artikel ini, kita akan membahas perjalanan hidup, pemikiran, dan warisan Gita Savitri Devi yang kompleks.

Awal Kehidupan Gita Savitri Devi

Gita Savitri Devi dilahirkan di keluarga berlatar belakang Yunani dan Romawi yang kaya akan pengetahuan tentang budaya kuno dan mitologi. Kedua orangtuanya adalah berkebangsaan Yunani, dan pengetahuan tentang bahasa-bahasa kuno serta mitologi memainkan peran penting dalam pembentukan minat awalnya. Dia menghabiskan masa kecilnya di Yunani, tempat dia belajar banyak tentang budaya dan sejarah kuno.

Pendidikan awal Gita Savitri Devi membentuk fondasi yang kuat bagi pemahamannya tentang sejarah, agama, dan kepercayaan spiritual. Dia memahami bahwa berbagai peradaban di seluruh dunia memiliki pandangan unik tentang kehidupan, alam, dan makna eksistensi manusia. Pemahaman awal ini akan mempengaruhi pemikiran dan pandangan dunianya kelak.

Pencarian Spiritual Gita Savitri Devi

Setelah perjalanan yang panjang dan berpindah-pindah di Eropa dan Asia, Gita Savitri Devi menemukan panggilan spiritualnya yang sejati di India. Dia tertarik pada ajaran-ajaran Hindu dan Buddhisme, dan pada tahun 1932, dia memeluk Hinduisme dan mengadopsi nama Savitri Devi.

Pada masa ini, dia mulai menulis dan mempublikasikan karyanya, yang berpusat pada gagasan ekologi, nasionalisme Hindu, dan pemikiran esoteris. Salah satu karyanya yang terkenal adalah “The Lightning and the Sun” yang diterbitkan pada tahun 1958. Dalam buku ini, dia menggabungkan pandangan-pandangan ekstrem tentang ras, agama, dan alam dalam kerangka pemikiran yang sangat kontroversial.

Pandangan Ekstrem

Salah satu aspek yang membuat Gita Savitri Devi sangat kontroversial adalah pandangannya yang ekstrem terhadap ras dan agama. Dia mendukung konsep “Esoterik Hitlerisme,” yang menganggap Adolf Hitler sebagai sosok yang diutus oleh alam semesta untuk membawa perubahan besar dalam peradaban manusia. Dia juga mempercayai bahwa orang Jerman adalah ras yang paling murni di dunia dan bahwa Holocaust adalah suatu keharusan untuk membersihkan dunia dari pengaruh Yahudi.

Pandangan-pandangan seperti ini menjadikannya tokoh yang sangat kontroversial dan sering dianggap sebagai seorang neo-Nazi, meskipun dia menolak label tersebut. Bagi banyak orang, pandangan Savitri Devi adalah sangat mengerikan dan tidak dapat dibenarkan.

Baca Juga : Nanda Arsyinta Profil Perjalanan Hidup dan Kontribusi

Kehidupan di India

Setelah masuk Hinduisme dan mengadopsi nama Savitri Devi, dia pindah ke India pada tahun 1939. Di India, dia terlibat dalam aktivisme nasionalis Hindu dan menjadi bagian dari gerakan yang memperjuangkan pemeliharaan dan perlindungan budaya dan agama Hindu. Dia juga menulis banyak buku dan esai tentang pandangannya terhadap Hinduisme dan perjuangan Hindu di India.

Meskipun dia memiliki dukungan dari beberapa kelompok nasionalis Hindu, banyak dari mereka juga menolak pandangan-pandangan ekstremnya, terutama yang terkait dengan rasisme dan antisemitisme. Namun, dia tetap menjadi tokoh yang kontroversial di India dan di seluruh dunia.

Aktivisme dan Penangkapan Gita Savitri Devi

Savitri Devi aktif dalam perjuangan nasionalis Hindu dan terlibat dalam berbagai kampanye dan gerakan yang bertujuan untuk mempromosikan agama Hindu dan budaya India. Dia juga menjadi anggota aktif dalam organisasi-organisasi seperti Hindu Sabha dan Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS).

Namun, pada tahun 1949, dia ditangkap oleh pemerintah India karena aktivitasnya yang dianggap mengganggu ketertiban umum. Dia diadili dan dipenjara selama beberapa bulan sebelum dibebaskan. Setelah pembebasannya, dia melanjutkan aktivisme nasionalis Hindu, meskipun pandangannya yang ekstrem semakin memisahkan dirinya dari banyak anggota gerakan.

Pandangan Ekologi

Salah satu aspek penting dari pemikiran Gita Savitri Devi adalah pandangan ekologisnya. Dia memandang alam sebagai entitas yang suci dan mempercayai bahwa manusia memiliki kewajiban moral untuk melindungi dan memelihara alam. Dia menghubungkan pandangan ini dengan ajaran-ajaran agama Hindu dan Buddhisme, yang mengajarkan tentang keterkaitan antara manusia, alam, dan makhluk hidup lainnya.

Dalam bukunya “The Impeachment of Man” yang diterbitkan pada tahun 1959, Savitri Devi menyatakan keprihatinannya terhadap kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh tindakan manusia, termasuk perang dan industrialisasi. Dia menganggap bahwa manusia modern telah kehilangan kontak dengan alam dan nilai-nilai spiritual yang seharusnya membimbing perilaku mereka.

Warisan dan Pengaruh

Meskipun pandangannya yang ekstrem dan kontroversial, Gita Savitri Devi memiliki pengaruh pada sejumlah kecil individu dan kelompok yang mendukung pandangannya. Beberapa neo-Nazi dan kelompok supremasi kulit putih telah mengadopsi pemikiran-pemikirannya, meskipun ini adalah minoritas kecil dalam skala global.

Lebih banyak orang di India dan di seluruh dunia mengkritik pandangan ekstremnya, terutama yang terkait dengan rasisme dan antisemitisme. Dia juga menjadi objek kritik dan pengecaman dalam banyak lingkaran intelektual dan akademik.

Akhir Hidup dan Meninggal Dunia

Gita Savitri Devi hidup yang panjang dan kontroversial, dan dia terus menulis dan berbicara tentang pandangannya hingga akhir hayatnya. Pada tahun 1982, dia meninggal dunia di Spanyol pada usia 77 tahun. Meskipun dia telah meninggalkan dunia fisik, pemikirannya yang kontroversial tetap menjadi bahan diskusi dan perdebatan.

Kesimpulan

Gita Savitri Devi Mukherji adalah sosok yang sangat kontroversial dalam sejarah abad ke-20. Pandangannya yang ekstrem terhadap ras, agama, dan alam membuatnya menjadi tokoh yang sangat kontroversial dan seringkali dikutuk oleh banyak orang. Meskipun demikian, dia memiliki pengaruh terbatas pada beberapa kelompok ekstrem, dan pandangannya yang ekologis tetap menjadi topik diskusi dalam konteks pemeliharaan lingkungan. Pemikiran dan pandangan Gita Savitri Devi mewakili salah satu sisi paling gelap dan kontroversial dari sejarah abad ke-20, dan meninggalkan banyak pertanyaan yang belum terjawab tentang kompleksitas manusia dan pemikiran ekstrem.

One thought on “Gita Savitri Devi Mukherji Pemikiran Kehidupan dan Warisan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *